Bagi mobil, sistem pendinginan sangat penting untuk mencegah mesin mengalami overheat. Hal ini biasanya terjadi terhadap mobil yang tidak dirawat dengan baik dan menempuh perjalanan jauh. Penyebabnya sangat beragam bisa saja kipas radiator rusak, radiator bocor, radiator mampet atau bisa juga water pump yang lemah. Jika sudah terasa ada gejala overheat dan diperingatkan oleh lampu kontrol suhu, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus menjalankan mobil. Sebaiknya berhenti dan tepikan mobil untuk mendinginkan mesin terlebih dahulu.

Jangan sekali-kali membuka radiator saat kondisi mesin masih panas, hal ini cukup berbahaya karena air dalam kondisi bertekanan tinggi dan mendidih. Bisa-bisa air menyembur ke badan yang tentu saja tidak kita inginkan. Tunggulah hingga mesin cukup dingin sebelum mengecek air radiator. Mesin yang overheating dan tidak diperbaiki akan sangat mengganggu, mobil menjadi sangat rewel dan bila diajak berjalan jauh akan sering sekali berhenti. Jika sudah demikian sebaiknya segera diperbaiki dan dicari penyebabnya, bawalah ke bengkel untuk diagnosa yang lebih menyeluruh.

Radiator merupakan komponen yang sering diabaikan banyak orang untuk dibersihkan, padahal komponen ini sangat penting dalam menunjang kesehatan mesin. Agar tetap optimal dan tidak mampet membutuhkan perawatan rutin setiap 20.000 km atau setidaknya segera ganti air radiator jika terlihat kondisi air sudah keruh. Warna keruh tersebut bisa dilihat secara visual dengan cara menutup pembuka melalui lubang atas radiator.

Cara mengisi Air Radiator bisa kita lakukan sendiri karena cukup sederhana.

  1. Buka tutup radiator atas. Lalu jika ingin sekalian dikuras buka pula baut pembuangan yang berada di bawah radiator. Tunggulah sampai air keluar semua, dan pastikan ketika melakukan ini mesin dalam keadaan dingin agar air yang keluar tidak panas dan tidak melukai kita.
  2. Jika sudah terkuras semua, pasang kembali baut pembuangan dan kencangkan. Isi radiator dengan cairan pendingin hingga penuh.
  3. Nyalakan mesin dan biarkan air pendingin bersirkulasi, cek kembali ketinggian air. Jika berkurang segera tambahkan kembali.
  4. Cek tangki cadangan, tambahkan air jika sudah melewati batas terbawah.
  5. Tutup lubang radiator dan bersihkan jika ada cairan yang tertinggal.

Untuk isian cairan pendingin disarankan untuk memakai cairan khusus seperti coolant daripada memakai air mineral biasa. Hal ini dikarenakan Air minum kemasan dan air keran mempunyai kandungan zat besi, mangan dan kapur yang bila digunakan dalam jangka waktu yang lama akan membuat saluran air berkerak dan akhirnya tersumbat. Jika hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan membuat pendinginan mesin tidak optimal dan akhirnya akan terjadi overheating. Kondisi overheating bisa memicu turun mesin karena beberapa komponen biasanya mengalami kerusakan dan ini tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Jadi kenapa Radiator coolant lebih baik daripada air mineral ?. Karena Radiator coolant telah diformulasikan secara khusus untuk memaksimalkan proses pendinginan dalam mesin. Cairan ini umumnya memiliki titik didih lebih tinggi daripada air jadi tidak mudah menguap. Selain itu cairan ini mempunyai sifat mencegah karat, membantu melumasi sekaligus merawat seal-seal karet yang ada.

Cara mengisi Radiator sekilas memang terlihat mudah dan tidak perlu datang ke bengkel hanya untuk sekedar menggantinya. Tetapi tetap saja pemilihan cairan pendingin tidak bisa sembarangan saja, pakailah cairan khusus supaya radiator menjadi lebih awet dan bekerja optimal.