tunaiku pinjaman online
tunaiku pinjaman online

Memulihkan Bisnis pasca Pandemi – 2020 adalah tahun yang berat bagi siapapun, Wabah COVID-19 telah mendatangkan krisis keuangan di seluruh dunia. Pembatasan sosial menurunkan omset dan mengacaukan prospek bisnis yang sudah dirancang. Kondisi ini membuat banyak pemilik usaha kecil harus berjuang keras untuk bisa bertahan. Mereka dituntut untuk memiliki strategi yang tepat agar bisa membangun kembali bisnis setelah pandemi berakhir.

Jika merasa tidak yakin dengan apa yang harus dipertimbangkan dalam menyusun strategi yang dibutuhkan, maka Tips dibawah ini akan sangat membantu.

1. Menilai Kondisi Keuangan

Langkah pertama dalam mennyusun rencana recovery bisnis adalah menentukan seberapa dalam bisnis kecil yang dikelola ini terpengaruh. Untuk mengetahuinya, maka ada berbagai hal yang harus diperhatikan, dan itu dimulai dari melihat laporan keuangan. Kita harus melakukan pembaruan laporan laba rugi atau arus kas, kemudian kemudian membandingkannya dengan laporan tahun lalu untuk melihat seberapa besar bisnis mengalami penurunan.

Selain angka-angka yang berkaitan dengan penjualan, keuntungan, dan arus kas, pertimbangkan hal lain di mana bisnis terpengaruh. Misalnya, jika kita memberhentikan beberapa atau semua karyawan, Maka kita perlu memasukkannya ke dalam rencana recovery. Termasuk juga menghitung anggaran pemasaran dan kemungkinan penurunan konsumen sehingga kita bisa mengidentifikasi sumber daya keuangan untuk membantu bisnis kembali pulih.

bisnis tutup
wftv.com

2. Perhatikan Rencana Bisnis

Sebelum Pandemi datang mungkinkita telah memiliki model bisnis yang telah berjalan dengan baik, tetapi saat ini mungkin kita dituntut untuk melakukan beberapa penyesuaian. Kita harus mempertimbangkan bagaimana caranya agar bisnis dapat berputar dan menyesuaikan dengan kenormalan baru. Misalnya, jika sebelumnya kita tergantung dari penjualan langsung, maka saat ini kita mungkin perlu mempertimbangkan opsi digital atau pengantaran untuk melayani banyak orang yang berbelanja dari rumah.

Perhatikan tren dan fokuslah untuk menemukan peluang. Mampu menemukan celah atau kebutuhan yang dapat dipenuhi akan dapat memperluas jangkauan pelanggan di masa mendatang. Kenalilah kekuatan dan kelemahan bisnis kita, kemudian lakukan penyesuaian agar tetap kompetitif. Jangan lupa untuk meninjau kembali target bisnis dan memastikannya realistis.

3. Pertimbangkan mengambil Pinjaman untuk Memulihkan bisnis

Membangun kembali bisnis setelah terpuruk memang tidak akan mudah, Kita mungkin harus mengeluarkan modal sebelum dapat menghasilkan uang itu kembali. Misalnya, kita perlu mengeluarkan modal untuk merekrut dan melatih karyawan baru atau mempekerjakan kembali karyawan yang telah dirumahkan. Menyediakan inventaris yang mungkin perlu dibeli, dan juga mengeluarkan anggaran pemasaran baru.

Agar bisa menghilangkan pemborosan dan menjalankan anggaran secara efisien, Kita juga harus menyusun pos-pos yang jelas tentang apa yang perlu di anggarkan dan apa pengeluaran yang dapat dipotong untuk memaksimalkan pendapatan yang diterima.

Jika kita tidak memiliki uang cadangan, sementara bisnis perlu untuk di bangun kembali, maka mengambil pinjaman adalah hal yang tepat selama penggunaannya jelas dan terukur. Pilihlah penyelenggara pinjaman terpercaya dan terjamin legalitasnya agar data kita aman dan bisa dengan tenang menjadi nasabahnya.

tunaiku pinjaman online

Tunaiku adalah salah satu platform pinjaman online terbaik dan paling pertama di Indonesia. Beroperasi sejak tahun 2014, Tunaiku menjadi produk digital dari Amar Bank yang fokus dalam pelayanan pinjaman online tanpa agunan. Kemudahan pengajuan pinjaman dan cicilan ringan adalah keunggulan yang dimiliki oleh Tunaiku. Peminjam hanya perlu mengisi formulir pengajuan online dan tidak harus menjadi nasabah Amar Bank untuk kemudian pinjamannya cair dengan cepat.

Kita bisa mengajukan pinjaman melalui website ataupun aplikasi Tunaiku yang ada di playstore. Hanya dengan KTP saja tanpa perlu NPWP dan kartu kredit yang biasanya tidak dimiliki oleh pengusaha kecil kita sudah bisa melakukan pengajuan pinjaman. Pinjaman dana cukup besar yakni hingga 20 juta dan pilihan tenor pembayaran yang panjang hingga 20 bulan.

Dengan adanya Tunaiku, masyarakat lebih mudah untuk mengakses layanan keuangan dengan cepat, aman, dan cicilannya yang terjangkau. Mereka bisa menggunakan dana ini untuk memulihkan usaha yang telah terdampak pandemi dan kembali menggerakan perekonomian.

4. Susun Timeline untuk Membangun Kembali Bisnis

Kita mungkin ingin melakukan banyak hal untuk membangun kembali bisnis. Tetapi yang perlu di ingat adalah kita harus realistis, untuk itu kita perlu untuk menyusun timeline sebagai pedoman agar kita tahu apa hal prioritas dan penting untuk dilakukan terlebih dahulu.

Misalnya, hal pertama adalah mendapatkan pendanaan untuk bisnis. Setelah selesai melakukannya, kita dapat menetapkan timeline untuk mempekerjakan kembali karyawan, kemudian menyetok kembali inventaris dan, terakhir, membuka kembali pintu bisnis yang selama ini tutup akibat pandemi.

Saat kita mengambil langkah menuju pemulihan, ingatlah untuk mencatat kemajuan bisnis tersebut. Ini penting terutama jika kita telah mengeluarkan modal untuk mendanai bisnis. Kita tidak boleh membuang waktu untuk aktivitas yang tidak memberikan keuntungan. Pada tahap awal pemulihan kita harus memeriksanya setiap minggu untuk melihat apa yang berhasil dan yang tidak. Saat segala sesuatunya mulai stabil kita bisa meninjau keuangan setiap bulan.

tips bisnis
pertokoan tutup

5. Buat Rencana untuk menghadapi Krisis

Keadaan darurat dapat datang untuk mengganggu bisnis kapan saja. Dengan pelajaran dari kondisi selama pandemi saat ini kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi krisis berikutnya dan melindungi bisnis dari guncangan di masa depan. Misalnya, mempersiapkan tabungan darurat, fokus memangkas pengeluaran yang tidak penting dan menjaga anggaran tetap terkendali.

Pandemi juga telah mengajari kita betapa pentingnya untuk dapat beradaptasi dan menjaga bisnis tetap lancar sehingga dapat mengatasi krisis dengan baik. Semakin banyak mempersiapkan skenario terburuk, semakin baik. Memiliki Rencana B atau bahkan Rencana C, D, E dan F dapat membantu meningkatkan peluang bisnis untuk bertahan dan pada akhirnya berkembang kembali.

Facebook Comments