Karena ada pandemi Covid-19, sudah hampir empat bulan terakhir ini adik kecilku tidak bersekolah. Proses belajar mengajar semuanya dialihkan menjadi serba online, dan situasi ini masih akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan. Karena rencananya Sekolah di Jawa Barat baru akan melakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung pada tahun depan. Itupun dengan catatan pandemik telah berlalu sepenuhnya sehingga kita tidak was-was lagi dengan penyebarannya.

Di Bulan-bulan pertama, sang adik masih merasa senang dengan aktifitas School from Home, ia kini memiliki rutinitas yang berbeda. Bisa lebih santai, tidak perlu ribut pergi sekolah di pagi hari, tidak capek pulang sekolah sore, dan bisa main ponsel kapanpun dimana hal tersebut tak bisa ia lakukan selama masa sekolah. Intinya ia bisa melewati hari-hari dengan berseri, seperti liburan yang selama ini ia dambakan.

Namun setelah memasuki beberapa bulan, ia mulai dilanda dengan kebosanan. Yang tadinya asik, kini mulai gelisah. Mengerjakan tugas secara online tidak semenarik yang ia kira, dirumah saja membuat sang adik merasa merindukan sekolahnya. Yang lucu dari kejadian ini adalah, jika dulu ia menanti-nanti masa liburan, kini justru malah bersikap sebaliknya, ia tidak sabar untuk kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya.

Perubahan rutinitas di tengah pandemi virus corona ini memang semakin terasa tidak mudah. Terutama, mengatasi rasa bosan yang terus terang saja membuat kita tak nyaman. Di rumah saja selama berbulan-bulan membuat kita jenuh dengan aktifitas yang monoton dan itu-itu saja.

Lalu bagaimana supaya tidak merasa bosan? Kami memiliki aktifitas yang cukup menarik untuk mengisi waktu, yaitu berkebun. Kebetulan kami memiliki sepetak tanah yang bisa kami tanami. Selama ini mulai dari kacang tanah, jagung, dan cabe kami tanam disana. Adik kecil yang bosan, kami ajak serta ke kebun dan mengenalkannya dengana aktifitas yang ternyata banyak manfaatnya ini.

Berkebun Selama Pandemik, Banyak Manfaatnya

Selain bisa menjadi sarana belajar yang lebih menyenangkan tentang tumbuhan dan alam. Tanpa disadari berkebun di tengah udara segar sambil berjemur dibawah cahaya matahari mampu meningkatkan imunitas tubuh. Untuk kesehatan fisik, berkebun juga termasuk dalam aktifitas olahraga yang cukup intens. Seseorang yang berkebun dengan durasi cukup lama dapat membakar kalori sehingga lebih sehat.

Selain bermanfaat secara fisik, Berkebun bersama keluarga juga dapat membentuk adanya ikatan yang kuat dan melatih kerja sama antara anggota keluarga. Momen selama berkebun di luar ruangan akan sangat berperan dalam tumbuh kembang anak dan pembetukan karakternya. Berkebun menanamkan rasa tanggung jawab anak terhadap kegiatan yang diberikan kepadanya seperti merawat dan menjaga tanamannya dengan baik.

Jaga Kesehatan selama Berkebun

Kotor? Selama berkebun kita tidak bisa lepas dari mengolah tanah dan pupuk yang memang akan mengotori tangan dan pakaian. Namun jangan sampai ini membuatmu menghindarinya ya. Karena yang terpenting kita harus melakukan pembersihan dengan baik, mandi dengan sabun dan mengganti pakaian adalah hal wajib yang dilakukan ketika telah selesai beraktifitas di kebun.

Resiko lainnya dari mengolah tanah selama berkebun adalah tangan dapat tercemar telur cacing yang bisa membuat kita cacingan. Dan ini sebaiknya jangan kita anggap remeh, karena parasit cacing bisa menyebabkan peradangan yang kemudian bisa memicu sakit perut akibat dari penumpukan racun. Parasit cacing juga memiliki kemampuan untuk merusak lapisan usus dan menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan. Gejala yang muncul biasanya ditandai dengan perasaan mual, munculnya gas lambung, sembelit, dan kembung.

Yang perlu diwasapadai adalah efek cacingan pada anak, karena hal ini dapat membuat anak mengalami defisiensi nutrisi, anemia, dan stunting. Pada awalnya cacing akan menyerap nutrisi pada tubuh anak sehingga menyebabkan nafsu makan menurun. Dan jika terus dibiarkan, anak akan mengalami masalah kekurangan gizi yang pada akhirnya bisa memengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak atau yang biasa disebut sebagai Stunting. Perkembangan anak menjadi lambat dan tinggi badan anak tertinggal jauh dengan anak-anak seusianya.

Pilih Konvermex Obat Cacing Yang Tepat

Karena itu, untuk terhindar dari cacingan kami membekali diri dengan Konvermex obat cacing keluarga. Konvermex menghancurkan cacing di tubuh dengan efektif sehingga kita bisa tetap sehat bebas cacingan. Semua anggota keluarga harus dipastikan meminum Konvermex. Karena jika tidak, parasit cacing dapat menyebar seperti layaknya penyebaran virus flu dan bisa menyebarkan parasit cacing kepada yang lainnya.
Konvermex tersedia sebagai Obat cacing orang dewasa dan juga Obat cacing untuk anak. Ada 4 varian konvermex yang bisa dipilih.

  • Konvermex : Dosis sekali minum (atau ikuti petunjuk di kemasan).
  • Konvermex 125 mg suspensi 10ml dengan rasa jeruk untuk dosis anak – anak di bawah 12 th;
  • Konvermex 250 mg suspensi 10ml dengan rasa vanilla latte untuk dosis dewasa
  • Konvermex Tablet 125 mg untuk dosis anak;
  • Konvermex Kaplet 250 mg untuk dosis dewasa

Harga 1 kapletnya sangat terjangkau, Konvermex 250 kaplet hanya 12 ribu rupiah isi 4 tablet. Konvermex dapat kita temui dengan mudah di apotik-apotik terdekat.

Rutin minum Konvermex tiap 6 bulan sekali bisa menjadi cara kita menerapkan gaya hidup sehat dan saling menjaga diri antar anggota keluarga, karena setiap orang punya potensi jadi penyebar cacingan. Ditengah masa pandemi seperti sekarang ini, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan. Memastikan tubuh memilki sistem imun yang baik sehingga tidak mudah terkena penyakit.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaUrusan Keuangan Bebas Ribet? Pakai Aplikasi digibank by DBS Saja!      
Artikel berikutnyaBelajar Membaca dan Menulis Huruf Braille
Hallo, saya adalah ciung. Seorang yang suka dengan dunia internet dan blogging. Selamat datang di blog saya, dan semoga artikel yang ada di blog ini bermanfaat bagi pembaca.