Introvert atau Ekstrovert ?.
Ada seorang teman yang protes dan bilang begini ” kamu terlalu ingin tau semua tentangku, aku gak suka aku orangnya tertutup ”. Wah tanda tanya nya ku siapa yang mau jawab?
Dia-nya sendiri bilang begitu,tanya tanya ke teman-temanya, kalau ketauan malah berabe bisa-bisa perang dingin bertahun-tahun. Hm.m.m.m serem.

Apakah dia termasuk seorang Introvert ?
Dimana Introvert personality itu adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain.

Pencetus teori ini pertama kali, adalah Carl Jung,
Dia berpendapat kalau introvert itu lebih baik daripada ekstrovert.
Menurut Jung, orang-orang introvert adalah mereka yang terampil melakukan perjalanan ke dunia dalam (inner core), yaitu diri mereka sendiri.
Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan.
Akhirnya mereka menjadi seseorang yang memahami dirinya, berprinsip, tidak mudah terpengaruh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Sayangnya, terkadang mereka terlalu asyik dengan dunianya sendiri,dunia “aku”, “aku” dan “aku” .
Sehingga terkadang mereka kurang peka dengan lingkungannya dan akhirnya lingkungannya pun tidak bisa menerima mereka yang introvert dengan baik.
Mereka tahu apa yang mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya.

Ada juga Pribadi ekstrovert yaitu pribadi yang senang berada di tengah keramaian. Energinya terkumpul ketika berbicara dan berinteraksi dengan banyak orang.
Oleh karena itu jika seorang ekstrovert sedang stress maka dia akan cenderung memilih untuk berinteraksi dengan banyak temannya,
Seorang ekstrovert tidak nyaman dengan suasana sepi.
Suasana sepi bagi seorang ekstrovert malah akan membuatnya makin tertekan. 

Introvert sebaliknya, bagi mereka keramaian membuat tenaga mereka cepat hilang.
Oleh karena itu biasanya mereka hanya sekali-kali berinteraksi, kemudian diam. Ketika sedang stress , introvert lebih senang menyendiri atau hanya mau berbagi kepada satu atau dua orang yang mereka percaya.
Bagi introvert suasana sepi adalah suasana yang nyaman dimana mereka bisa mengisi energi mereka.
Selain itu, biasanya para introvert hanya berbicara seperlunya dan hanya berbicara mengenai apa yang memang ingin mereka bicarakan.

Dan ternyata “kalau orang introvert sedang diam, mengertilah bahwa dia sedang punya masalah dan perlu memikirkannya sendiri dulu. Jangan sekali-kali tanyakan padanya ‘Are you allright?’. Tapi tinggalkanlah dia sendiri .”

Jangan pernah memaksa seorang introvert untuk berbicara.
Ketika pelukan, belaian, dan kata-kata manis bisa meringankan hati orang-orang yang bermasalah, orang-orang introvert malah ( katanya) terganggu dengan hal-hal tersebut.
-0-

Hm.m.m.m jadinya harus super pengertian,tunggu sampai si-Dia bilang ” sekarang aku sudah kembali,dan baik-baik saja ”.
Walaupun terkadang menunggu kata-kata itu terlalu berat dan bikin kepala pening..x.x.x.x.

Seseorang maafin aku ya,jika terlalu ingin tau .
-peace-

Facebook Comments

Artikulli paraprakTips Sukses Menghadapi Tes Psikotes.
Artikulli tjetërJadwal Pertandingan 16 Besar Piala Dunia AFSEL 2010
Hallo, saya adalah Rusdiana. Seorang yang suka dengan dunia internet dan blogging. Selamat datang di blog saya, dan semoga artikel yang ada di blog ini bermanfaat bagi pembaca.