Key Performance Indicators atau indikator kerja utama merupakan istilah yang sangat sering diperdengarkan dalam lingkup perusahaan. Indikator kunci sukses menciptakan koridor refleksi untuk melihat apakah sebuah koperasi benar-benar berjalan sesuai dengan rencana dan menuju ke gerbang kesuksesan seperti yang diharapkan. Indikator tersebut tentu tidak dibuat sembarang tetapi terukur agar dapat menjadi patokan yang rasional.

Jika Anda ingin mendapatkan artikel lengkap tentang KPI, silakan klik www.IlmuKPI.com

KPI (Key Performance Indicators) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. Indikator tersebut biasanya berjumlah tidak terlalu banyak, maksimal 6 atau 8, sehingga penilaian keberhasilan suatu kinerja dapat lebih fokus. Masing-masing perusahaan atau industri bahkan departemen yang menjadi bagian suatu korporasi juga memiliki KPI yang berbeda-beda, tergantung dari prioritas atau kriteria kinerja.

Apakah setiap perusahaan wajib untuk menyusun Key Performance Indicators? KPI merupakan elemen penting dalam perusahaan sebab fungsinya sebagai alat ukur yang dibuat terperinci untuk memastikan target pencapaian dapat diselesaikan oleh setiap pihak atau bagian perusahaan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan penggunaan KPI tidak lain adalah untuk memastikan bahwa mandat organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan pembagian yang telah dilakukan ke setiap individu dalam perusahaan. Selain sebagai alat ukur, indikator kerja utama juga berguna sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja organisasi baik secara general keseluruhan maupun individual yang mencakup bagian terkecil dari korporasi.

Setiap orang yang bekerja dalam suatu perusahaan pasti diberikan tugas dan tanggungjawab tertentu yang dijabarkan dalam job description. Dokumen tersebut tidak hanya berisi beberapa poin tentang hal-hal yang harus dikerjakan oleh seorang karyawan, tetapi bisa mencakup lebih banyak poin lagi sehingga penjabarannya dapat mencapai berlembar-lembar. Hal ini bukanlah untuk membebani seorang pekerja tersebut. Ia justru bisa lebih paham akan tugas dan tanggungjawabnya yang dijabarkan secara rinci dalam job description sehingga ia tidak perlu lebih sering bertanya kepada atasan mengenai apa saja yang harus dikerjakan sesuai dengan posisinya di perusahaan.

Perusahaan tentunya perlu terus melakukan evaluasi kinerja setiap karyawannya dengan melihat kontribusi yang diberikan. Salah satunya dengan menilai output dari tugas yang dijalankan berdasarkan job description. Untuk memastikan apakah output tersebut sesuai dengan yang diharapkan atau berhasil, dibutuhkan alat ukur yang tepat sehingga mampu memberikan penilaian objektif dan masuk akal. Alat tersebut adalah indikator kerja utama atau Key Performance Indicators.
Pembuatan KPI merupakan langkah kelanjutan dari penentuan visi dan misi perusahaan. Untuk dapat menentukan indikator-indikator utama apa saja yang dapat digunakan untuk mengukur performa kinerja setiap individu dan bagian, maka sebuah organisasi perlu terlebih dahulu mempersiapkan beberapa hal, yaitu:

  •     Penetapan tujuan yang akan dicapai
  •     Penentuan bisnis proses yang telah terdefinisi secara jelas.
  •     Penetapan ukuran kuantitatif dan kualititatif sesuai tujuan perusahaan yang hendak dicapai
  •     Pengamatan atau monitoring setiap kondisi yang terjadi serta perubahan yang diperlukan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, penyusunan Key Performance Indicators membutuhkan perencanaan yang matang. Dukungan data dan informasi yang akurat dan konsisten juga dibutuhkan demi optimalnya penggunaan indikator-indikator tersebut. Disini, perusahaan harus memiliki sistem informasi handal, sehingga proses penyusunan KPI dapat dilakukan dengan baik serta mengikuti kaedah smart, yaitu scientific (spesifik), measurable (terukur), achievable (dapat diraih atau realistis), relaible (dapat diandalkan atau dipercaya), dan time bound (target waktu).

Keberhasilan suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sumber daya manusia serta fasilitas dan peralatan pendukung. Untuk dapat mengetahui bahwa kesemuanya berfungsi dengan baik, perusahaan perlu melihat outputnya. Penilaian terhadap hasil akhir tentunya harus objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Itulah mengapa instrumen yang tepat dibutuhkan.

KPI atau Key Performance Indicators adalah jawabannya. Terdiri dari poin-poin penting yang spesifik, indikator kinerja utama memberikan batasan atau patokan bagi perusahaan untuk menilai tingkat keberhasilannya. Apabila masih belum mendekati dari target yang telah ditetapkan, maka organisasi tersebut dapat melakukan evaluasi dan perbaikan pada kinerjanya.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaFungsi Utama Manajemen SDM
Artikel berikutnyaApa itu Profit Margin ?
Hallo, saya adalah ciung. Seorang yang suka dengan dunia internet dan blogging. Selamat datang di blog saya, dan semoga artikel yang ada di blog ini bermanfaat bagi pembaca.