tanoto
Image Source: Tanoto Foundation

Pengusaha Sukanto Tanoto ingin berkontribusi besar dalam upaya penghapusan kemiskinan di Indonesia. Ia melakukannya dengan beragam cara termasuk menggulirkan kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sukanto Tanoto memang termasuk sosok dengan kepedulian sosial tinggi. Pendiri sekaligus Chairman Royal Golden Eagle (RGE) ini banyak berkiprah dalam kegiatan filantropi bersama Tanoto Foundation yang didirikannya.

Ia melakukannya karena memimpikan tidak akan ada lagi kaum miskin di Indonesia. Untuk membuat impian menjadi nyata, pria kelahiran 25 Desember 1949 ini tidak ragu untuk menjalankan sejumlah program. Salah satunya adalah peningkatan kualitas hidup.

Untuk melakukan kualitas hidup banyak orang, Sukanto Tanoto mengarahkan Tanoto Foundation supaya melakukan beragam kegiatan. Hal itu dimulai pemenuhan kebutuhan mendasar seperti sanitasi dan air bersih serta perawatan kesehatan dasar.
Terkait sanitasi dan air bersih, Tanoto Foundation membangun dan merenovasi fasilitas air bersih, toilet, septic tank, dan drainase. Hal itu dilakukan karena terdapat fakta bahwa 45 persen warga pedesaan ternyata belum memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai.

Kegiatan tersebut banyak dilakukan oleh Tanoto Foundation di daerah pedesaan di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatra Utara. Hingga 31 Desember 2015, mereka tercatat telah membangun sarana air bersih yang menyediakan 300.000 liter setiap hari air bersih. Selain itu, yayasan nirlaba ini tercatat membuat 38.000 meter drainase yang memungkinkan sanitasi yang lebih baik bagi masyarakat.

Berkat itu semua, dampaknya amat besar. Ada 27.000 orang di 90 desa yang telah mendapatkan akses yang lebih baik terhadap fasilitas air bersih dan sanitasi. Akibatnya kualitas hidup mereka otomatis meningkat.

Namun, Tanoto Foundation tidak hanya berupaya memperbaiki fasilitas fisik belaka. Mereka juga ingin mengubah kebiasaan hidup buruk yang sering menurunkan kualitas hidup. Sebagai contoh adalah kebiasaan buang air besar di sungai.
Berkaitan dengan hal tersebut, Tanoto Foundation juga melakukan kampanye kebersihan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan, mereka bekerja sama dengan dua unit bisnis dari RGE, Grup APRIL dan Asian Agri.
Selain membangun fasilitas air bersih dan sanitasi, Tanoto Foundation melakukan perawatan kesehatan utama dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk melaksanakannya, mereka menjalin kerja sama dengan APRIL dan Asian Agri.

Secara khusus, Tanoto Foundation membantu perawatan kesehatan anak. Hal ini dirasa amat diperlukan karena banyak fakta yang memperlihatkan perawatan kesehatan bayi di Indonesia masih buruk. Data dari Tanoto Foundation menunjukkan pada tahun 2010 hanya ada 31% dari bayi yang baru lahir menerima paling sedikit tiga kali pemeriksaan neonatal oleh tenaga kesehatan dalam waktu 28 hari setelah lahir. Selain itu, hanya 49% dari anak-anak yang berusia di bawah lima tahun ditimbang empat kali atau lebih dalam jangka waktu 6 bulan.
Kondisi tersebut mendorong Tanoto Foundation melakukan berbagai upaya. Bersama dengan APRIL dan Asian Agri, mereka membantu peningkatan kualitas Pos Pelayanan Terpandu (Posyandu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang didukung pemerintah di kawasan pedesaan Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.

Caranya ialah dengan menyediakan peralatan penting dan merekonstruksi Posyandu dan Poskesdes. Selain itu, Tanoto Foundation juga menjalankan pelatihan pelatihan bagi petugas kesehatan. Mereka melengkapinya dengan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat umum dan melakukan kampanye kesehatan.

Sampai akhir Desember 2015, Tanoto Foundation tercatat telah melakukan 158 sesi pelatihan bagi kader kesehatan. Mereka juga mendistribusikan 19.000 paket makanan pelengkap. Sedangkan, Posyandu dan Poskesdes yang didukung mencapai 145 unit.
Kegiatan ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. Kini, lebih dari 31.000 orang dari 161 desa dapat mengakses layanan kesehatan yang lebih baik.

KEGIATAN LAIN YANG DIJALANKAN

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Sukanto Tanoto mengarahkan Tanoto Foundation untuk tidak membatasi dalam peningkatan sanitasi dan kesehatan belaka. Harus ada kegiatan lain yang menunjang peningkatan mutu kehidupan manusia.

tanoto
Image Source: Tanoto Foundation

Tanoto Foundation akhirnya menggulirkan tiga kegiatan lainnya. Pertama mereka menjalankan program-program pemberdayaan perempuan. Ini didasari fakta dari hasil studi Organization of Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2012. Saat itu, mereka menyimpulkan bahwa ketika perempuan bekerja, perekonomian juga tumbuh.

Oleh sebab itu, upaya pemberdayaan perempuan dirasa penting. Istri Sukanto Tanoto sekaligus pendiri Tanoto Foundaton, Tinah Bingei Tanoto, memberi arahan khusus. Dia mengatakan harus ada sistem khusus yang mendukung para wanita bersaing jika memang mau menerjuni dunia kerja.

Berdasarkan arahan tersebut, Tanoto Foundation akhirnya menyediakan berbagai dukungan perawatan dan pendidikan anak seperti pusat penitipan dan lembaga pendidikan seperti PAUD, TK, dan sekolah bagi keluarga karyawan di Riau, Jambi, dan Sumatra Utara. Berkat fasilitas tersebut mulai banyak perempuan yang memiliki pilihan untuk bekerja di luar rumah, meningkatkan kapasitas mereka, dan memberikan kontribusi finansial kepada keluarga mereka dan ekonomi lokal.

Bukti nyatanya adalah per 31 Desember 2015, setidaknya ada 2.000 perempuan yang menghasilkan pendapatan dengan bekerja di perkebunan tanpa harus khawatir tentang perawatan dan pendidikan anak-anak mereka. Selain itu, muncul program relawan untuk istri karyawan yang mendukung pendidikan anak usia dini.

Selain pemberdayaan perempuan, Tanoto Foundation juga menggulirkan dukungan terhadap penelitian kesehatan. Yayasan yang berdiri pada 2001 ini tak segan mengucurkan dana untuk membantu riset tentang beragam penyakit yang marak ditemui di Asia.

Hal itu telah dilakukan sejak 2005. Ketika itu mereka mendukung riset diabetes dan penyakit kardiovaskular yang dilakukan oleh Klinik Mayo di Amerika Serikat. Selanjutnya, Tanoto Foundation tercatat memberi dukungan terhadap Profesor Karl Tryggavason dari Duke – National University of Singapore yang meneliti diabetes. Dua dukungan tersebut hanya contoh. Masih banyak aktivitas lain seperti penelitian terkait limfoma serta genetik dan sel dalam penyakit kardiovaskular yang dijalankan.

Kegiatan lain yang dilakukan oleh Tanoto Foundation adalah bantuan bencana alam. Tanoto Foundation cepat bergerak memberi bantuan ketika sejumlah bencana terjadi. Mereka langsung menuju lokasi-lokasi yang memerlukan bantuan. Mereka tercatat telah berpartisipasi dalam pemberian bantuan kepada korban tsunami Aceh dan Nias pada tahun 2004, gempa di Yogyakarta tahun 2006, gempa bumi di Sumatra Barat pada tahun 2009, gempa di Ciamis pada tahun 2009, tsunami Mentawai pada tahun 2010, letusan Gunung Merapi di 2010 dan Gunung Sinabung di 2010 hingga 2015.

Selain itu, mereka juga memberikan dukungan bagi korban gempa di Wenchuan, Tiongkok, pada tahun 2008, gempa bumi di Yushu tahun 2010, dan gempa bumi di Ya’an pada tahun 2013. Beragam dukungan bencana alam ini melengkapi berbagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dilakukan. Dengan itu, Tanoto Foundation berharap bisa meningkatkan kualitas hidup seperti yang diharapkan Sukanto Tanoto.